I miss u all

Melongok ke arah jendela, matahari sudah tinggi. Tak terasa detak jam tanganku terdengar lirih dengan ujungnya yang lentik ke angka 7 dan jarum yang lain ke arah 10. Suara bising di samping rumah tengah mengusik mimpiku yang mulai membiusku untuk menikmatinya lebih dalam.

Kubuka tirai penutup pintu dan terasa panas matahari langsung menusuk mata. Tak sanggupku membuka mataku lebar-lebar. Gaduh knalpot motor, asap kendaraan bermotor telah menjadi sarapan pagi yang membosankan. Sejenak kuteringat akan masa kecilku. Suara burung dan sang ayam jantan dengan kokoknya yang menggelegar bersahutan di pagi hari menjadi panorama yang unik dan mengasyikkan. Membuka jendela, udara segar mulai berdesak-desakan menuju ruang nafasku seakan-akan ingin mengganti udara kotor yang ada di sekitarku. Rengkuh kayuh sepeda para petani pagi menjadi pemandangan yang langka sekarang. Bangun pagi seakan menjadi kerinduan yang menentramkan qalbu. Benar-benar aku rindu saat itu. Dimana suara burung, kokok sang jantan, udara segar serta rengkuh kayuh sepeda para petani masih menjadi kebiasaan pagiku yang sangat menyenangkan.

0 komentar: