Malam selasa kliwon gengnya Sudadi merencakan untuk maling jeruk bali di rumahnya Pak Bejo. Pak Bejo adalah orang yang punya kebun jeruk bali terluas di desa itu. Kebetulan pak bejo sendiri lagi tidak ada di rumah keluar kota untuk nganter ibunya yang sedang sakit. Selain itu Pak Bejo dikenal juga sebagai orang pinter, katanya sebelum pergi kebun jeruknya tuh dijampi-jampi biar gak ada yang maling. Karena Sudadi orangnya nekat dia tidak percaya dengan hal begituan, dengan rencana matang Sudadi dan kawan-kawan beraksi. Setelah melewati lubang rahasia di pagar semak-semak, Sudadi dan 2 temannya dengan santainya dia memilih dan memetik buah jeruk, mereka merasa tenang karena Pak Bejo dipastikan tidak memandori kebunnya. Setelah masing-masing dapet 1 karung, mereka semua keluar lewat pintu rahasia yang sama. Kecuali Sudadi, dia hanya mondar-mandir gak karuan sambil nyeret karung berisi jeruk. Hampir 2 jam dia mondar-mandir dan bikin bingung teman-temannya. Sesekali dia berhenti karena kecapekan. Akhirnya seorang temannya menghampiri dan menepuk pundak Sudadi dengan kagetnya dia berteriak sambil menangis. Kemudian ditanya kenapa dia mondar-mandir. Sudadi menjawab dia tidak tahu dan mencari pintu yang tadi buat masuk ke kebun. Padahal pintu rahasianya tuh hanya berjarak 10 meter dihadapannya. Setelah itu dia gak berani lagi nyuri di kebunnya Pak Bejo.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar